Tampilkan postingan dengan label Ulangtahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulangtahun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2015

11 tahun ARDI LAWET, terus BERSINAR



"11 tahun Ardi Lawet terus bersinar".

Yap, kalimat ini bisa jadi cukup akrab di telinga Kerabat Ardi Lawet dalam beberapa pekan terakhir. 'Terus Bersinar' memang dipilih menjadi tagline tahun ini. "Bersinar itu akronim dari Berjalan Semakin Harmonis", terang pengelola LPPL Radio Ardi Lawet FM, Bangun Eni Mulyani. Harapannya adalah keberagaman karakter program, genre musik yang diputar sampai air peraonality penyiar justru menjadi kekuatan radio FM pertama di Purbalingga ini. "Intinya kayak notasi lagu aja lah, doremifa itu kan beda-beda tapi memunculkan harmonisasi", tambah programmer Ardi Lawet Anita Pithaloka.


Untuk memeriahkan momentum pertambahan usia, Ardi Lawet mengadakan rangkaian program on air & off air pada tanggal 8 & 9 Maret 2015. Pada 8 Maret dilangsungkan tasyakuran menyambut usia baru ini dibarengi jumpa fans dan Kondang Live atau Karaoke Dendang mulai jam 08 pagi. Kegiatan ini juga sekaligus untuk survey pendengar Ardi Lawet FM.

Tepat 9 Maret, seluruh program on air pun disiapkan berbeda dibandingkan biasanya. Salah satunya adalah siaran bersama perwakilan Forum Wartawan Purbalingga yang selama ini selalu mensupport berita Ardi Lawet FM. Program special ini akan live pada jam 7 pagi. "Belum pernah denger wartawan siaran toh?", canda Pitha.

Dengan bertambahnya usia ini, Ardi Lawet berharap bisa menuju media penyiaran publik lokal yang independent dan terpercaya sesuai visi dan misinya.

Jumat, 15 Agustus 2014

AYO SERBUUU FESTIVAL KULINER PURBALINGGA 17-8-2014


Kerabat Muda, kangen nggak nih sama jajanan tradisional macam kelepon, cucur, krawu dan cs-nya ? Meski sebagian masih bisa kita temui, tapi kan nggak setiap saat ya kita bisa menyantapnya. Nah, untung banget nih, dalam rangka meramaikan Festival Kuliner Purbalingga yang digelar dalam rangka HUT ke 69 Kemerdekaan RI, ada 20 pelaku kuliner tradisioanl berencanan turut serta. Acaranya bakal digelar usai upacara detik-detik kemerdekaan RI di Alun Alun Purbalingga pada 17 Agustus mendatang.

“Yang menarik dari festival ini adalah pesertanya  didominasi kuliner tradisional dari Purbalingga bagian utara. Yakni wilayah kecamatan Rembang,” ujar Koordinator Festival Kuliner Purbalingga, Adi Purwanto, Jumat (15/8).

 ilustrasi diunduh dari sini

Kuliner tradisional yang bakal ditampilkan berasal dari Paguyuban Perajin Makanan Tradisional Desa Makam, Rembang meliputi Cau Ijo, Klepon, Cucur, Jongkong, Krawu, Awug Awug, Getuk, Grontol, Cenil dan lainya. Tak ketinggalan akan diperkenalkan pula minuman khas desa Makam yakni Wedang Kapol. Selain dari Desa Makam, juga ditampilkan kuliner tradisional desa Bantarbarang, Rembang, terdiri dari Krupuk Leper dan Ondol Ondol. Varian kuliner lainnya dihadirkan pelaku UMKM Purbalingga, diantaranya Rangin Kandanggampang, Cimplung Slinga, Clorot dan Nasi Bakar gang Sawo, Ketan Bakar Babakan, Tape Ketan dan Sengkulun Bancar, serta Jamu Gendong Purbalingga Kidul.

Bersahabatnya lagi, festival kini mengusung konsep SERBU atau serba seribu. Semua varian makanan dikemas seharga Rp 2000 hingga Rp 3000 tapi dijual seharga seribu rupiah.

Senin, 10 Maret 2014

1 DEKADE ARDI LAWET FM

Untaian kalimat syukur tak henti-hentinya dipanjatkan seluruh crew LPPL Radio Ardi Lawet FM. Karena tak terasa, perjalanan kami di udara telah sampai juga pada angka 1 dekade.

"Sudah dua angka, ibaratnya kami sudah bukan lagi anak kecil yang terus menerus disuapi orang tuanya. Harapan kami, Ardi lawet bisa terus menjadi media yang tumbuh berkembang bersama masyarakat dan ikut mengawal pembangunan kota ini", ungkap Bangun Eni Mulyanti, koordinator LPPL Ardi Lawet FM.

 Nasi tumpeng ini asli lho buatan para punggawa siar yang cewek

 Drs. Yonathan Eko Nugroho, M.Hum saat pemotongan tumpeng didampingi koordinator radio

Dalam tasyakuran sederhana yang diadakan di halaman radio, tampak sejumlah Kerabat Ardi Lawet, teman-teman Komunitas Band Indie Purbalingga serta Komunitas Oi Purbalingga  hadir memeriahkan acara ini. Tak ketinggalan para peserta Lomba Penyiar Pelajar (LPP 2014) juga terlihat menunggu hasil pengumuman pemenang lomba. 

  Para pemenang LPP 2014

Teman-teman dancer pelajar yang ikut memanaskan suasana lewat "pokoke joged"

Salah satu band indie pengisi acara

Teman-teman Oi



Sementara itu, Kepala Dinhubkominfo Kabupaten Purbalingga, Drs. Yonathan Eko Nugroho, M.Hum pun turut mengungkapkan harapannya pada radio FM pertama di Purbalingga ini. Selain sebagai sarana hiburan dan informasi, radio sudah semetinya juga mampu menjadi sarana penyalur kritik masyarakat terhadap pemerintahnya. “Kepada warga masyarakat dipersilahkan untuk menyampaikan kritik yang membangun segala kebijakan pembangunan  yang dilaksanakan oleh pemkab secara umum serta dalam batas-batas kewajaran. Melalui radio masyarakat diharapkan berpartisipasi guna mendorong atau mendukung segala program-program pemerintah di berbagai bidang,” pinta Yonathan.

Kadinhubkominfo Kab. Purbalingga


Terima kasih kepada seluruh pendukung acara :
- Wapera
- Yamaha Nusantara Motor Purbalingga
- Kampoeng Steak
- Bangjo Caffee
- Family Campus Fried Chicken
- Power Tronik
- Sulthan Milk
- Satelit Post
- dll

Gallery :

Wapera

Kebayang kan bagaimana hebohnya para punggawa siar berebut tumpeng

Beginilah jaimnya para punggawa siar saat bersama Kadinhubkominfo

Ki-ka : Bagus, Yoga, Andin, Laras, Rani, Pitha, Dimas

*big thank's untuk Mas Cahyo Radar Banyumas untuk beberapa jepretannya.