Jumat, 15 Agustus 2014

AYO SERBUUU FESTIVAL KULINER PURBALINGGA 17-8-2014


Kerabat Muda, kangen nggak nih sama jajanan tradisional macam kelepon, cucur, krawu dan cs-nya ? Meski sebagian masih bisa kita temui, tapi kan nggak setiap saat ya kita bisa menyantapnya. Nah, untung banget nih, dalam rangka meramaikan Festival Kuliner Purbalingga yang digelar dalam rangka HUT ke 69 Kemerdekaan RI, ada 20 pelaku kuliner tradisioanl berencanan turut serta. Acaranya bakal digelar usai upacara detik-detik kemerdekaan RI di Alun Alun Purbalingga pada 17 Agustus mendatang.

“Yang menarik dari festival ini adalah pesertanya  didominasi kuliner tradisional dari Purbalingga bagian utara. Yakni wilayah kecamatan Rembang,” ujar Koordinator Festival Kuliner Purbalingga, Adi Purwanto, Jumat (15/8).

 ilustrasi diunduh dari sini

Kuliner tradisional yang bakal ditampilkan berasal dari Paguyuban Perajin Makanan Tradisional Desa Makam, Rembang meliputi Cau Ijo, Klepon, Cucur, Jongkong, Krawu, Awug Awug, Getuk, Grontol, Cenil dan lainya. Tak ketinggalan akan diperkenalkan pula minuman khas desa Makam yakni Wedang Kapol. Selain dari Desa Makam, juga ditampilkan kuliner tradisional desa Bantarbarang, Rembang, terdiri dari Krupuk Leper dan Ondol Ondol. Varian kuliner lainnya dihadirkan pelaku UMKM Purbalingga, diantaranya Rangin Kandanggampang, Cimplung Slinga, Clorot dan Nasi Bakar gang Sawo, Ketan Bakar Babakan, Tape Ketan dan Sengkulun Bancar, serta Jamu Gendong Purbalingga Kidul.

Bersahabatnya lagi, festival kini mengusung konsep SERBU atau serba seribu. Semua varian makanan dikemas seharga Rp 2000 hingga Rp 3000 tapi dijual seharga seribu rupiah.

Rabu, 13 Agustus 2014

CLC Gelar Layar Tanjleb Agustusan



 ilust : mobavatar.com

Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga kembali menggelar program Layar Tanjleb Agustusan. Program ini tentunya untuk turut menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Manager CLC Nanki Nirmanto,program layar tanjleb ini berangkat dari keinginan warga dengan hiburan yang sifatnya murah dan mendidik. “Kami memfasilitasi keinginan warga untuk dapat mengakses film-film yang berkualitas," ungkapnya.

Tahun ini, sedikitnya ada lima titik pemutaran yang akan disambangi di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.
-          Sabtu, 16 Agustus 2014 di RT 03 RW IX Perumahan Abdi Kencana Purbalingga,
-          Minggu, 17 Agustus 2014 di Jl. Puring RT 02 RW IV Kelurahan Purbalingga Kidul, Purbalingga,
-          Senin, 18 Agustus 2014 di Dusun Sprit RT 03 RW III, Desa Makam, Kecamatan Rembang, Purbalingga.
-          Sabtu, 23 Agustus 2014 di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Purbalingga.
-          Sabtu, 23 Agustus 2014 di Desa Kanding, Kecamatan Somagede, Banyumas.
Dua lokasi terakhir, berasal dari permintaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMP dan Unsoed Purwokerto.

CLC sudah menyiapkan materi putar berupa film-film pendek Purbalingga dan luar Purbalingga serta satu film bioskop, yaitu "Duren" sutradara Danang Bagus Prasetyo, "Selendang Lengger" sutradara Ela Nurwijayanti, "Sekuntum Anggrek Putih" sutradara Dinda Putri Hapsari, "Lembar Jawaban Kita" sutradara Sofyana Ali Bindiar, dan "Pasukan Berani Mati" sutradara Imam Tantowi.

Penanggung jawab Program Layar Tanjleb Agustusan Canggih Setyawan mengatakan, untuk lebih membuat semarak di tempat pemutaran nantinya, CLC mendokumentasi kegiatan Tujuhbelasan seperti lomba dan lainnya. "Dokumentasi video kegiatan itu akan turut diputar saat layar tanjleb sekaligus sebagai dokumentasi kegiatan warga," tuturnya.

Senin, 11 Agustus 2014

Membudayakan Perilaku Hemat Listrik


Kerabat Ardi Lawet, tadi jam 10.00 studio makin seru dengan kedatangan perwakilan dari PLN Purbalingga yang sengaja berbagi informasi dan tips untuk kita semua. Bersama Mustaham perwakilan dari PLN berikut hasil bincang-bincang yang tadi sempat disiarkan langsung melalui 96,3 FM.



Kenapa sih harus hemat ? Padahal khan kita sebagai pelanggan punya uang banyak ?
Sebenarnya itu ( menggunakan listrik banyak atau tidak digunakan sama sekali ) merupakan hak prerogatif konsumen. Tapi khan kita hidup bermasyarakat yang saling berkaitan satu sama lain. Apalagi seluruh masyarakat sekarang sudah sangat ketergantungan dengan listrik. Nah, hemat listrik ini bertujuan agak pasokan-pasokan listrik tidak terbuang percuma.

Caranya berhemat bagaimana ?
- Sebenarnya mudah, hanya banyak orang malas melakukannya. Semisal ketika kita keluar dari ruangan, matikan TV, kipas angin, lampu, dsb. Bukan hanya dimatikan namun juga dicabut dari stop kontak terutama jika akan keluar lebih lama.
- Matikan lampu saat tidak dipakai
- Matikan Komputer / AC sat tidka digunakan.
- Saat menyetrika sekaligus dalam jumlah banyak. Karena di alat setrika ada panas, makanya ampere jadi besar.
- Jika memakai Sanyo, gunakan bak penampung air, agar pompanya tidak sering mati dan nyala
- Pakai peralatan elektronik listrik yang hemat energy.
- Kalau ingin membuat gedung / rumah sebisa mungkin manfaatkan cahaya alam, ventilasi yang baik juga agar tidak bergantung pada listrik dan AC.
- Untuk kantor : temperatur AC cukup 25 dan gunakan timer, bila meninggalkan ruangan matikan komputer / posisi standby, pilih warna terang (karena warna gelap lebih menyerap cahaya dan membuat butuh listrik lebih banyak)

Katanya kalau elektronik sebentar-sebentar dimatikan jadi cepat rusak. Lalu bagaimana caranya agar alat tidak rusak dan kami bisa hemat listrik ?
Paradigma itu tidak tepat. Karena bagi PLN, seluruh elektronik tidak berdasarkan watt terpasang tapi ampere disana. Kecuali alat-alat tertentu, salah satu contoh : kulkas . Karena kulkas diprogram terpasang untuk seterusnya. 




Terkait dengan kebakaran akibat korsleting bagaimana ?
Nah, soal ini sebenarnya berkaitan juga dengan arde. Nah, kita kan tidak tahu pasti per rumah ardenya baik atau tidak. Makanya kami terus sarankan baik TV atau elektronik dicabutlah dari stop kontak jika tidak digunkan atau saat cuaca ekstrim. Kemudian jangan sampai satu stop kontak dibuat pertigaan untuk beberapa eletronik. Satu stop kontak seharusnya untuk satu alat saja. Banyak kejadian satu stop kontak dipasang (jek) T untuk dipasangi kabel TV, kipas angin, VCD player, nah ini bisa menyebabkan panas. Dan panas ini akan membuat listrk jadi boros. Terus kalau kepanasan akan berakibat kebakaran. Inilah yang sering membuat PLN dikambinghitamkan. 

(ditulis oleh Anita Pithaloka)