Tampilkan postingan dengan label ACFFEst. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ACFFEst. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2015

ROADSHOW ACFFEST 2015 PURBALINGGA

Purbalingga, 13 Juni 2015. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar
Festival Film Antikorupsi atau Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2015. Peluncuran
ACFFest 2015 telah dilakukan tanggal 11 Februari 2015 lalu di Pusat Perfilman Haji Usmar
Ismail, Jakarta. Adapun Roadshow ACFFest helatan tahun ketiga ini digelar pada Sabtu
(13/6) pukul 08.00 WIB di Aula Hotel Kencana, jalan Pujowiyoto no.1, Purbalingga.
Mengusung tema “Make Your Move, Make Your Mov!e”, KPK mendorong masyarakat
melakukan gerakan sosial antikorupsi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, melalui
medium film sebagai penyampai pesan.
 
Menurut Adnan Pandu Praja (Wakil Ketua KPK), pemberantasan korupsi akan berhasil jika
masyarakat terlibat dan berperan serta secara aktif dalam gerakan antikorupsi yang
mendorong kesadaran untuk menciptakan perubahan sosial. “ACFFest merupakan salah satu
bentuk kampanye antikorupsi yang dikemas dalam budaya pop agar lebih mudah diterima
oleh masyarakat umum,” jelasnya. Adnan Pandu Praja juga menambahkan bahwa penyebaran
virus korupsi semakin massive dan terstruktur, tidak bisa lagi dilawan dengan cara biasa.
Pencegahan dan pemberantasan korupsi perlu dilakukan dengan cara yang luar biasa. “Oleh
karena itu gerakan antikorupsi dari anak-anak muda melalui ACFFest ini akan sangat berarti
untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK,”
ungkapnya.

Dalam Roadshow ACFFest 2015 juga diputar film pemenang ACFFest 2014, talkshow
bersama Adnan Pandu Praja (Wakil Ketua KPK) dan Chairun Nissa (Sutradara “Kita Versus
Korupsi” dan “Hi5teria”), dan workshop jurnalisme warga bersama produser Citizen
Journalism NET TV.

Pada ACFFest 2015, sejumlah kategori yang dikompetisikan antara lain film fiksi, film
dokumenter, video jurnalisme warga (citizen journalism), iklan layanan masyarakat (public
service announcement/ PSA) dan film animasi. Seluruh kategori ini terbuka untuk pelajar dan
umum. Film yang dikompetisikan merupakan film yang diproduksi pada 1 Januari 2014
hingga 5 Oktober 2015.
Selain kompetisi film, ACFFest 2015 juga menggelar kompetisi ide cerita film dari kategori
yang ada. Peserta yang terpilih, akan mendapatkan apresiasi dalam bentuk dukungan produksi
dan pendampingan proses produksi oleh praktisi perfilman, sekaligus diikutsertakan sebagai
peserta ACFFest 2015.

Setelah Purbalingga, Roadshow ACFFest 2015 akan digelar di beberapa kota lainnya, antara
lain, Sumbawa, Bali, Kendari dan Lhokseumawe.
 
Festival yang berhasil digelar selama tiga tahun terakhir ini, telah menunjukkan partisipasi
masyarakat yang menggembirakan. Pada ACFFest 2013, terdapat 181 peserta yang
mengirimkan karya filmnya, dan pada 2014 meningkat yaitu sebanyak 333 peserta yang
mengirimkan karya filmnya. (ACFFest)

ROADSHOW MOVIE DAY ACFFEST 2015 #PURBALINGGA



Kerabat Muda, Roadshow  Movie Day ACFFest #Purbalingga 2015 tuntas diselenggarakan di Aula Hotel Kencana Purbalingga beberapa jam lalu. Untuk kali keduanya, Purbalingga dipilih menjadi salah satu kota yang disambangi event yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini. Menurut salah seorang anggota KPK, Aldi, yang semalam sempat berbincang santai di Sapa Menyapa mengungkapkan jika gerakan anti korupsi bisa digalang dari generasi muda melalui film. “Kalau cuma dikasih Undang-Undang Anti Korupsi ya malah nggak dibaca”, ujarnya. Dan antusiasme generasi muda Purbalingga jugalah yang membuat ACFFest kembali lagi di kota Perwira ini. Hal senada diamini juga oleh salah satu Pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja, yang ditemui awak media usai sessi talkshow siang tadi. “Saya optimis Purbalingga memiliki bibit-bibit unggul yang bisa terus membantu KPK dalam berkampanye anti korupsi melalui karyanya”, kata Adnan.


Selain Adnan Pandu Praja, Movie Day tadi pun turut menghadirkan sutradara film Kita Versus Korupsi, Chairun Nisa. Chairun berpesan pada sineas lokal untuk tidak berhenti menyuarakan anti korupsi dengan ataupun tanpa sebuah kompetisi film. “Dan konten lokal akan lebih mengena untuk menyebarkan paham ini”, katanya. 

Selain Talkshow, Movie Day ACFFest pun memanjakan film maker lokal dengan adanya pitching forum program “Bikin Film Bareng KPK” yang merupakan program baru dalam ACFFest serta workshop citizen journalisme bersama produser NET TV. Dan seperti tahun sebelumnya, ACFFest pun tetap memprogramkan kompetisi fiksi, dokumenter, animasi, citizen journalisme serta tamabhan program baru kompetisi iklan layanan masyarakat. Informasi mengenai kompetisi bisa Kerabat Muda dapatkan melalui www.acffest.org


Talkshow ditutup dengan selfie bersama pembicara

Roadshow Movie Day Acffest #Purbalingga memang sudah berakhir, namun satu hal yang harus kita ingat adalah bahwasannya kita semua sama-sama punya tugas dalam memberantas korupsi. Biarlah para koruptor menjadi urusan KPK dan yang berwenang. Tapi yang penting adalah bagaimana kita sebagai generasi muda berani menyuarakan kejujuran sebagai langkah awal agar korupsi tak beranak pinak. “Inget JUPE MANDI TANGKER SEBEDIL dong”, ujar Aldi. Maksudnya adalah : Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung jawab, Kerja keras, Sederhana, Berani, dan Adil. (ditulis oleh : AnitaPithaloka)



Jumat, 05 September 2014

Lewat Seni, Bicara Korupsipun akan jadi Lebih Menarik


Kerabat Muda, sore tadi jam 3, ada teman-teman ACFFEst yang mampir ke studio dan ngobrol-ngobrol santai dipandu Punggawa Siar Maharani. Mereka adalah Ridla dari ACFFest, Dila dari MSI dan Bowo dari CLC Purbalingga. Nggak sempat denger ya? Aduuuh rugi banget lho, tapi tenang kita ada reviewnya kok.

AL (Ardi Lawet FM): Apa sih ACFFEST itu ?
Dila MSI (D) : ACCFEST adalah festival film pertama di Indonesia yang mengangkat tema anti korupsi. Festival ini berawal dari teman-teman di KPK yang sebelumnya sudah produce film pendek dengan tema anti korupsi dan dapat ternyata reson oke dari masyarakat. Selama setahun pemutaran dapatn 100 ribu penonton. Dan akhirnya terpikirlah membuat festival film anti korupsi karena setelah disurvey banyak film pendek, dokumenter bahkan sampai games dan animasi yang bersisikan anti korupsi.

 
AL : Kapan ACCFEST dilangsungkan ?
Ridla ACffest (R) : Festival berlangsung bulan Desember dari tanggal 9 - 12 di Jogjakarta bertepatan dengan hari anti koruspi internasional. Dan jelang kegiatan itu ada beberapa rangkaian program. Kegiatannya : Kompetisi Film (pelajar , mahasiswa dan umum), workshop di 10 kota (yang disebut dengan movie day) dan salah satu dari 10 kota yang kita datengin adalah Purbalingga.

AL : Movie Day itu apa sih ?
D : Movieday kegiatan satu hari dimana bisa noton film antikorupsi dan diskusi dengan KPK dan buat yang punya film anti korupsi bisa langsung ngasih ke kita ya filmnya, terus disitu juga ada banyak booth mulai dari booth informasi tentang korupsi, KPK, Film dan ACFFEST. terus ada workshop citizen journalism dengan para expert

  ki-ka : Dila, Rani, Ridla, Bowo

AL : Alasan anak muda wajib ikut Acffest apa ?
D : Bisa nonton film gratis, bisa ketemu dan curhat dengan KPK, bisa belajar banyak tentang film yang baik karena akan banyak teman-teman film maker yang datang, membuat video citizen jurnalism dimana kita bisa menangkap moment disekitar kita untuk dijadikan film dan dikirim ke kita. Nggak itu aja, nanti kerabat juga bisa dan mendapatkan DVD FILM SEBELUM PAGI TERULANG KEMBALI (SPTK), film hasil kerjasama MSI dan KPK yang sudah diputar di bioskop. Jadi yang belum sempat nonton, bisa mendapatkan DVDnya besok gratis.

AL : Kalau mau ikut gemana ?
Bowo CLC (B) : Yang mau ikut bisa datang langsung, dan ada program yang diperuntukkan untuk pelajar dan mahasiswa yang mau ikut bisa gabung di workshop citizen journalism. Kalau kita sepakat untuk melawan korupsi ya harus ada yang kita perbuat dan ini bisa jadi salah satu jalan untuk itu. Jadi dateng aja langsung besok. FREE.


AL : Dimana dan jam berapa ?
B : Di Hotel Kencana, Jl. Pujowiyoto no. 1 dekat Perempatan mandiri Purbalingga mulai jam 8 - 16 wib.

AL : Kenapa Purbalingga dipilih untuk ketempatan movieday
D : Karena perfilman Purbalingga sangat maju dan sudah ngehits untuk urusan film pendek. Apalagi mengingat tahun lalu banyak film pendek dari Purbalingga yang dikirim. Dan pemenang ACFFEST tahun lalu juga kan dari Purbalingga, film Langka Receh pemenang untuk kategori fiksi pendek.

AL : Kategori kompetisinya apa saja ?
R : Kategori : Film Fiksi Pendek, Dokumenter pendek, Animasi pendek durasi maskiaml 30 menit dan Citizen Journalism durasi maskimal 5 menit

AL : Syarat pendaftar kompetisi apa saja ?
R : WNI dan memiliki KTP atau SIM soalnya kita kan perlu data diri. Dan untuk yang belum memiliki, bisa didaftarkan atas nama pembinanya.

AL : Susah nggak sih bikin film dengan tema anti korupsi ?
B : Bisa jadi gampang kalau kita melihat disekitar kita. Nggak melulu soal korupsi yang kita lihat di Jakarta, soal kejujuran saja itu sudah bisa jadi poin yang bisa diikutkan ke Acffest.

AL : pemateri di Movieday besok siapa saja ?
R : Workshop besok akan ada Pak German Mintapraja, seorang film maker senior yang akan bicara lebih detail seputar citizen journalism dan Mba Dewi Excecutive Producer Net TV yang akan bicara konten dan kode etik Citizen Journalism. Sedang untuk talkshownya akan ada Mas David dan Mas Dani dari KPK.

AL : Seberapa efektif film jadi media penangkal korupsi ?
D : Berdasar pengalaman (baik produksi film ataupun pemutaran bersama KPK)  ternyata antusiasme cukup besar, karena sebagian besar budaya masyarakat kita adalah menonton. Jadi ketika kita menonton, pesannya lebih cepat sampai daripada sekedar ceramah atau seminar. Mengingat anak-anak muda kan suka males denger seminar, dan kalau kita bisa mengangkat tema besar dalam sebuah cerita film yang menarik dan disajikan dalam film biasanya pesannya lebih mengena.

Ehehmm, ini adalah hadiah untuk para pemenang Quiz Acffest di radio. Tadi yang via FB sudah ada Bayou Anggara Seto & Bangkit Wismo terus via sms ada Hendini dari SMA 1 Purbalingga. Naaah…. ada yang ketinggalan belum ikut kuis ya ? Teeennnnaang, masih ada kesempatan untuk gabung nanti malam di Sapa Menyapa. Bakal ada lagi #ACFFestQUIZ berhadiah serupa.

AL : Kalau ada anak muda Purbalingga yang pengen bikin film tapi ada saj arintangannya, kira-kira CLC siap ngajakin nggak ?
B : Kita besok siap memfasilitasi buat yang masih kesulitan membuat film baik dari segi tema, editing dan lainnya. Tujuannya agar anak-anak muda Purbalingga lebih bisa berani mengangkat tema anti korupsi dan bergerak untuk melawan korupsi dengan cara mereka.

AL : Banyak yang sudah menunggu Pimpinan KPK, apakah beliau sudah bisa dipastikan hadir ?
R : Mohon maaf Pak Abraham Samad kita dapat hadir di Purbalingga hal ini sehubungan dengan ditetapkannya salah satu Mentri kita menjadi tersangka, jadi beliau sedang tidak dapat keluar kantor. Tapi tenang saja, besok pun masih ada teman-teman dari KPK yang keren-keren juga untuk membahas banyak hal seputar korupsi. 

AL : Hadiah di ACFFEST tuh apa saja ?
D : Laptop MacBook Pro, DSLR, Sony Video cam, terus ada setifikat dari KPK

AL : Buat yang ketinggalan info ini gemana ?
R : Buka saja di www.acffest.org, atau follow @ACFFest atau like fanspage di ACFFest 2014.

AL : Pesan buat Kerabat Muda apa nih ?
D : Buat teman-teman yang punya ide anti korupsi langsung saja difilmkan dan kirimkan , kalau nggak sempat bikin film bisa buat video pendek dan kirim. Semoga tahun ini dari Purbalingga juga ada yang bisa menang lagi.
R : Bagi yang ingin belajar dan nonton film plus dapat hadiah datang aja besok ke movie day ACFFest. Dan bagi 50 orang pendaftar pertama / yang regist awal akan mendapat t-shirt Acffest tanpa diundi. Kalau yang mau DVD Film SPTK datang saja jam 4 sore besok, tapi ingat harus follow dulu @KisahJujur dan like fans page Kisah Jujur di FB.
B : Untuk anak-anak muda, kalau memang kalian sepakat untuk menolak korupsi ayo lewat karya, ini lebih bijak dariapda ketika kita berkoar-koar tidak jelas. Dan lewat seni hal ini akan jadi lebih menarik.

(ditulis oleh Anita Pithaloka)